Pernikahan Versi Gue (2) “Cinta, Nikah, dan Keluarga”


Sore ini, seperti biasa kesibukan senantiasa menghimpit. Aktivas, pekerjaan, dan tuntutan untuk membantu orang tua dengan gembira  gue jalani. Dalam benakku apapun yang terjadi semuanya harus dilakukan dengan sungguh-sungguh…Yosshhh… Ciayooo….

Sesaat hujan pun turun dengan deras membuat suasana menjadi teduh dan sejuk. Alhamdulillah….Dalam gemercik air hujan yang syahdu, angin berhembus dingin menusuk setiap relung sendi-sendi otot ingin berdiri. Namun nyaman kok penuh ketenangan dan kelembutan. Sambil menunggu hujan, kuhidupkan hp, lalu browsing tweeter dari Uber Tweet. Baca setiap cerita yang hadir dengan campur aduk, dari mulai politik, curhatan, berita, hingga tentang cinta…. Fiyuh… aneka ragam yah dunia ini.

Saat itu ada hal yang menarik tatkala kubaca satu tweet dari kompasiana. Judulnya “Cinta, Nikah, dan Keluarga”. Topik yang hangat untuk orang seusiaku… hehe… Akhirnya kuberanikan meng-klik-nya dan kubaca apa yang ada di dalamnya.  Baca lebih lanjut

Pernikahan Versi Gue…(1)


Jujur, ketika artikel ini ditulis, penulis belum pernah sama sekali menikah. Namun, penulis memberanikah diri untuk mengulas sedikit tentang pernikahan, tentunya menurut pemahaman penulis. Agar bermanfaat bagi kita semua, khususnya bagi penulis… hehe… Kira-kira begini penjabarannya… Baca lebih lanjut

Belajar dan Berlatih tentang ketulusan, keikhlasan, Rasa Memafkan, Kesungguhan, dan Ketangguhan…


Ketulusan akan kau pelajari ketika kau mau bersungguh-sungguh membantu orang lain meskipun mungkin kerjamu tidak dihargai…

Keikhlasan akan kau pelajari ketika kau mau berlapang dada membantu orang lain meskipun mungkin kerjamu tidak dinilai penting…

Rasa memaafkan akan kau pelajari ketika hatimu harus terluka, sakit, yang sangat dalam, namun kau tetap berlaku baik kepada orang yang menyakitimu…

Kesungguhan dan Ketangguhan akan kau pelajari ketika dirimu dalam kesendirian, kesepian, tak ada yang membantu dan menolongmu, padahal saat itu kau benar-benar membutuhkan pertolongan…

Sungguh semuanya akan indah pada waktunya…
Hanya kerendahan hati dan keinginan untuk tidak sombong, tidak ingin dipuji, yang akan membuat semuanya lebih bernilai…

Tetap tersenyum..
Tetap semangat…
Ikhtiar dan Do’a…
Sabar dan Tawakal…

Allah berkehendak atas kita hari ini karena dia memiliki maksud yang mulia bagi kita…

Saudaraku marilah sejenak …


Saudaraku yang berbahagia…
Baru-baru ini begitu gencar diberitakan di media berbagai berita dan cerita dari berbagai hal. Dari mulai kasus artis, gosip perselingkuhan, video mesum anggota DPR, aliran sesat, kerusuhan, pembajakan kapal, sampai kasus teror bom. Semuanya terjadi dan diberitakan di negeri yang kita cintai yaitu Indonesia.

Ironi dan sedih memang jika melihat begitu banyak kasus negatif yang terjadi. Gembor-gembornya peristiwa yang hadir seolah semakin menutupi luhurnya kepribadian dan karakter bangsa kita sesungguhnya.
Baca lebih lanjut

Jangan stress…


Bismillahirohmanirrohim…

Seringkali dalam kehidupan kita, tuntutan dan pengharapan sangat besar.

Keinginan untuk berhasil kadang menjadi beban dalam hidup kita..
Seorang bisa menjadi stress ketika apa yang dicita-citakan tidak tercapai.

“Waduh gimana nih, waktu semakin mepet, kerjaan belum kelar-kelar juga… Sudah dikerjakan nanti pas di-cek belum tentu bener lagi… waduh gimana nih?”.
Baca lebih lanjut

No Need To Say


i’m the sun that not shining to you
i’m a rainbow that not give you a color
i’m a moon that not give you a light in the darkness
i’m a star that run out and vanished

perhaps thats how you see me
you can leave me alone and make me sad
i just can silent because of it
to hold in my lonely without saying anything

i’m so afraid to make you angry
although its only a joking
although its only a greeting

whats my fault to you
if i should to go away from you
i will do it although its so hurt for me
but it can make you happy
if i should say sorry i will do it to you
sorry for all my fault and for all my behaviour

i know i’m not a perfect friend for you
and perhaps i’m not deserve tobe your friend
i know you couldn’t believe in me
and i can’t make you smile

i just can to say
Thanks for everything you did to me
sorry i couldn’t be a good friend to you
and always make you disappointed


Tulisan Tak Berharga


Kuhanya bisa menulis dan menulis ditengah rasa pilu yang membelenggu.

Kekesalan dan ketenangan bercampur menjadi satu atas sikap dan kondisi yang terjadi. Sulit untuk dipahami memang, bahkan begitu kompleks untuk diungkapkan. Apa yang kau pikirkan tentang tulisanku bukanlah realitas yang terjadi. Oleh sebab itu tak perlu kau tebak perasaan yang muncul dihatiku.


Jikalau benakmu bertanya-tanya atas apa yang kutulis maka tak perlu kau jawab karena aku pun tak tau apa yang kutulis. Hanya ketundukan sebagai penyejuk hati mungkin yang kuinginkan. Kesunyian, jauh dari kesemerawutan, tuntutan, parasitisme, bahkan cinta. Ku tak bermaksud untuk menghindar, melepaskan, berlari bahkan memutuskan apa yang ada dan muncul dalam diriku. Ini hanyalah suatu keinginan tuk mendapatkan ketenangan diri, pematangan jati diri, dan proses pendewasaan diri yang berujung pada kebijaksanaan dalam bersikap.

Tak perlu kau risaukan diri ini ketika kau berprasangka pada diriku tentang sesuatu. Sungguh prasangka negatif yang muncul bukanlah itu yang terjadi. Ini hanya sebuah tulisan tak berharga yang muncul secara tak sadar. Ketika tangan ini ingin mengetikkan sesuatu. Sesuatu yang hampa, kosong, bahkan mungkin tak berarti.

Baca lebih lanjut

Mungkin Saatnya Kita Menangis


Ketika menghidupkan malam sudah hilang kelezatannya…
Ketika Mesjid Mulai ditinggalkan…
Ketika berkumpul dengan orang sholeh terasa hambar…
Ketika Hati tak lagi merindu…
Ketika diri semakin Terbelenggu…

Ketika kegelisahan dan keraguan bercampur menjadi satu…
Dan seolah ingin melepaskan semuanya tapi diri ini merasa berat…
Ketika akal sehat sudah mulai berkarat…
Melepaskan belenggu dengan sesuatu yang tidak bermanfaat…

Kemana semangat menggebu yang dulu pernah singgah…
Kemana cita-cita yang pernah hadir…

Jikalau saat ini Pintu dunia sudah mulai terbuka…
Pintu Syurga semakin terlupa…

Mungkin ini saatnya kita menangis kawan…
Merenungi diri yang tak lagi tajam dalam bersikap…
Seolah tumpul termakan nafsu dunia…
Seolah tunduk pada ego diri…

Betul sebagai manusia mungkin kita tidak sempurna…
Mungkin pula selalu lemah…

Tetapi… apakah itu menjadi alasan…
Apakah itu menjadi acuan…
Dalam menyikapi segala keadaan yang membuat kita lalai dalam bertindak…

Ingat, hidup adalah suatu perjalanan panjang yang berliku…
Ujian dan tantangan adalah suatu bumbu manis yang senantiasa hadir dalam langkah kita…
Bila tiba saatnya nanti mungkin kita akan merasakan arti atas perjalanan kita…

Permasalahannya adalah akankah kita kalah dan terpuruk dalam menghadapi segala keadaan saat ini…
Sesungguhnya hanya orang-orang yang sabar yang akan mendapatkan kemenangan…

Mungkin saatnya kita menangis kawan…
Mengapa jarak terentang dan waktu yang berlalu telah mengubah begitu banyak?
Bukan… Bukan berarti aku sudah baik…

Hanya aku rindu melihatmu,
ada di rumah ALLAH,
ada dalam ikatan mulia yang pernah hadir,
ada dalam dirimu yang dulu,

Duhai Rabbi, kembalikan dia yang dulu
agar kami bisa bersama dalam barisan yang mencintai-Mu…

Rasa Tak Terungkap


Hanya catatan yang bisa tertuang
dibalik untaian rasa yang tak terungkap
Tak mungkin menyalahkan waktu
Tak mungkin menyalahkan keadaan

Mungkin ketika ini hadir
Sudah terbayang kan seperti ini…
Ulat telah menjadi kupu-kupu…

Kehadirannya…
Tak bisa kau hindari walaupun ingin…
Tak bisa kau pungkiri walaupun harus…
Tak bisa berbuat apa-apa ketika ini semakin kuat…
Seolah diri ingin berlari tapi kaki tak mau bergerak…

Bayangkan dan Rasakan
Apa yang termaksud dalam bait ini
Sulit memang jika terhalang persepsi
Sulit memang jika kita tidak peka

Pohon yang ingin berbuah
terhalang akar yang sudah lapuk
Bunga yang ingin mekar
tehalang daun yang terlalu rimbun

Gerakkan jiwamu dan buka mata hatimu
Perhatikan bagaimana mentari mencoba bersinar
Memancarkan untaian makna yang ingin dipahami
Menunjukkan rasa yang ingin diungkapkan

Ketika kayu bakar telah menjadi abu
Ketika Lilin telah meleleh
Tak mungkin lagi kembali ke titik awal
Mungkin kan lenyap ditelan waktu

Lihat, Rasakan dan pahami
sebelum kau sesali
sebelum kau baru ingat
sebelum kau baru sadar

Waktu tetap berjalan
dan kesempatan tak kan datang lagi
Mungkin kan datang lagi tetapi pasti berbeda