Menulislah Hal-hal yang baik untuk Menginspirasi Orang-orang agar Berbuat Baik


Menulislah Hal-hal yang baik untuk Menginspirasi Orang-orang agar Berbuat Baik”, demikian ungkapan yang disampaikan oleh Kang Abik (baca: Habiburrahman El – Shirazy), dalam sebuah kesempatan dialog kepenulisan di Taiwan

Siapa yang tak kenal dengan Kang Abik? Namanya semakin populer ketika karyanya “Ayat-ayat Cinta” dan “Ketika Cinta Bertasbih” diproduksi di layar lebar. Produksi pun bukan tanpa alasan melainkan karena kualitas karya tulisan yang sarat dengan makna dan pelajaran.

Dalam kesempatan ini, saya bermaksud untuk sedikit berbagi (sharing) berkaitan dengan sebuah acara yang diadakan di Taipei, Taiwan. Sebuah reportase dari para sahabat di FORMMIT (Forum Mahasiswa Muslim Indonesia di Taiwan) yang bekerjasama dengan KDEI (Kantor Dagang, Ekonomi Indonesia) untuk negara Taiwan.

Berikut ulasan lengkapnya :  Lanjutkan membaca “Menulislah Hal-hal yang baik untuk Menginspirasi Orang-orang agar Berbuat Baik”

Ngobrolin Komitmen yuk…


Masih hangat di benakku, hari Minggu yang lalu diadakan resepsi pernikahan Anang dan Ashanti yang begitu megah sampai ditayangkan khusus di salah satu stasiun swasta Indonesia, Jeremy Thomas sempat hadir dan dalam pernikahan itu sempat diwawancara perihal pernikahan Anang dan Ashanti. Dia memaparkan, “Hal yang paling sulit adalah berkomitmen dan bersatu dengan satu tujuan” (Jeremy Thomas).

Mencermati pernyataan Jeremy Thomas ini menggelitik dan membuat penasaran. Betulkan demikian? Apakah komitmen ini begitu sulit dan menakutkan? Terlepas berkomitmen terhadap apa? Kepada siapa? Atau isinya apa.

komitmen ibarat tali ikatan

Sebagai seorang muslim tentu harus banyak belajar dari berbagai peristiwa yang hadir di sekitar kita. Dari kenyataan ini, akhirnya saya mencoba mendalami tentang komitmen yang utama seorang muslim terhadap Islam. Mengapa harus komitmen ini yang dikaji? Karena komitmen ini yang menjadi landasan kita untuk komitmen yang lain, komitmen apapun yang lebih jauh.

Bagaimana sih komitmen seorang muslim terhadap Islam?

Saya teringat dengan tulisan ustadz H. Tate Qomaruddin Lc. yang membahas tentang komitmen muslim terhadap Islam dalam sebuah website: http://dompetsosialhidayah.com berikut liputannya.  Lanjutkan membaca “Ngobrolin Komitmen yuk…”

Konon Jakarta sudah “berubah”…


Perkenalkan diri saya orang Bandung, dibesarkan juga di Bandung, meskipun saya ada keturunan jawa timur, tetapi saya lebih senang tinggal di Bandung. Lalu mengapa kok tutulisan  (basa sunda artinya nulis) tentang Jakarta? Karena saya cinta Indonesia. Jakarta is the capital city of Indonesia.

Keinginan menulis tentang Jakarta juga diilhami dari tulisan yang dimuat oleh mas Budiman Hakim di Kompasiana, judulnya “Saya Takut Hidup di Jakarta”. Berikut ini tulisan lengkap dari beliau.

***                         Lanjutkan membaca “Konon Jakarta sudah “berubah”…”

Mengenal Secara Umum tentang Rancangan Penelitian


Seorang peneliti tentu tidak akan terlepas dengan namanya penelitian. Jangankan seseorang yang dikenal atau berprofesi sebagai peneliti, adakalanya seorang yang tidak berprofesi sebagai peneliti juga sering melakukan penelitian. Hal ini dapat disebabkan oleh minat, hobi, keingintahuan, bahkan daya kreativitas yang dimilikinya. Lanjutkan membaca “Mengenal Secara Umum tentang Rancangan Penelitian”

It’s a Hard Day


Seperti biasa, tiap hari harus ada agenda dan perencanaan kegiatan dalam hidup, begitu pula dengan hari Senin (30-4-2012) yang lalu. Yosh… dikejar target dan harus selesai hari itu juga.

Hari ini adalah hari terakhir deadline pengiriman berkas lamaran pekerjaan di suatu instansi BUMN. Persyaratan yang diperlukan cukup ribet meliputi surat kesehatan dan bebas narkoba dari rumah sakit pemerintah, surat kelakuan baik dari kepolisian, dan kelengkapan berkas standar seperti ijazah, toefl, dan sebagainya. Waktu pengurusan pun memakan waktu yang tidak sebentar. Dari mulai uji lab urin, sampai medical check-up. Untuk mengurusnya kadang harus riwa-riwi-rono-rene alias bolak-balik kesana kemari, belum lagi harus antri menunggu giliran maklum namanya “birokrasi” Indonesia. Bisa memakan seminggu lebih untuk mengurusnya jika tidak paham alur pengurusan. Fiyuh… Indonesia…ooh… Indonesia…. Lanjutkan membaca “It’s a Hard Day”

Pernikahan Versi Gue (2) “Cinta, Nikah, dan Keluarga”


Sore ini, seperti biasa kesibukan senantiasa menghimpit. Aktivas, pekerjaan, dan tuntutan untuk membantu orang tua dengan gembira  gue jalani. Dalam benakku apapun yang terjadi semuanya harus dilakukan dengan sungguh-sungguh…Yosshhh… Ciayooo….

Sesaat hujan pun turun dengan deras membuat suasana menjadi teduh dan sejuk. Alhamdulillah….Dalam gemercik air hujan yang syahdu, angin berhembus dingin menusuk setiap relung sendi-sendi otot ingin berdiri. Namun nyaman kok penuh ketenangan dan kelembutan. Sambil menunggu hujan, kuhidupkan hp, lalu browsing tweeter dari Uber Tweet. Baca setiap cerita yang hadir dengan campur aduk, dari mulai politik, curhatan, berita, hingga tentang cinta…. Fiyuh… aneka ragam yah dunia ini.

Saat itu ada hal yang menarik tatkala kubaca satu tweet dari kompasiana. Judulnya “Cinta, Nikah, dan Keluarga”. Topik yang hangat untuk orang seusiaku… hehe… Akhirnya kuberanikan meng-klik-nya dan kubaca apa yang ada di dalamnya.  Lanjutkan membaca “Pernikahan Versi Gue (2) “Cinta, Nikah, dan Keluarga””

Demi satu Generasi


Pagi-pagi shubuh sudah mengantarkan sang adik ke sekolah, ceritanya mau UN alias ujian nasional. Konon katanya soalnya serem-serem, banyak yang sulit alias susah dikerjakan. Jangankan siswa, guru-guru pun takut jika siswanya banyak yang tidak lulus. Ya Ampun segitu seremnya kah? Fiyuh….

Saking seremnya, banyak yang rela merogoh kocek untuk membeli kunci jawaban yang belum tentu bener jawabannya. Cape deh, dah keluar duit belum tentu ada hasil… Minimal sudah ada perasaan tenang (katanya…). Untungnya sang adik sadar bahwa kunci jawaban bukan solusi, jadi aja nggak ikut-ikutan. hehe… (baca: siapa dulu kakaknya :p )

*** Lanjutkan membaca “Demi satu Generasi”

“The Raid”, Baju elo emang udah pas


Short preview about the raid

Sekilas bagi orang awam akan menebak bahwa film berjudul “The Raid” adalah film barat alias buatan luar negeri karena judulnya, tetapi siapa sangka bahwa film tersebut adalah film Indonesia. Meskipun disutradarai oleh Gareth Evan yang berasal dari Wales, namun Gareth sendiri menyatakan bahwa film tersebut adalah milik Indonesia. Film yang dibintangi oleh Iko Uwais, Ray Sahetapy, dan Donny Alamsyahini ini sukses meraup pendapatan sebesar 220.937 dollar Amerika di 24 bioskop dengan rata-rata pendapatan di tiap lokasi sebesar 15.181 dollar Amerika atau sekitar 144 juta rupiah sejak pemutarannya tanggal  23 Maret lalu. Penghargaan di Toronto, Sundance, dan di festival film lainnya juga berhasil digondol oleh “The Raid”

Kisah filmnya sendiri adalah tentang sekelompok tim khusus SWAT yang terjebak di sebuah gedung yang ditinggali bos penjahat. Dengan menonjolkan aksi silat, seni bela diri khas Indonesia, film ini Lanjutkan membaca ““The Raid”, Baju elo emang udah pas”