Generasi Qur’ani yang Istimewa

Generasi ini pernah lahir pada generasi sahabat. Suatu generasi pilihan dalam sepanjang sejarah Islam dan dalam sepanjang sejarah manusia. Kemudian generasi ini tidak lagi dihasilkan. Benar ada beberapa gelintir orang dengan karakteristik seperti generasi pertama namun belum pernah terjadi dalam sejarah Islam, terkumpulnya tokoh-tokoh besar semacam itu dalam satu tempat, seperti yang terjadi dari kehidupan ini.

Apa Rahasia terbentuknya generasi ini:

  1. Bukan keberadaan Rasulullah saw secara fisik kunci keberhasilannya.
  2. Sumber rujukan utama generasi pertama adalah Al-Qur’an semata. Sedangkan hadist Rasulullah saw dan petunjuknya hanyalah satu bentuk penjelas dari sumber tersebut.

Padahal Kondisi saat itu:

  • peradaban, budaya, ilmu pengetahuan, buku-buku rujukan, atau kajian-kajian ilmiah juga berkembang saat itu.
  • Peradaban Romawi dan budayanya, serta buku-buku dan undang-undangnya yang sampai saat ini dijadikan pedoman hidup Eropa, atau setidaknya perpanjangan darinya telah berkembang pesat.
  • Warisan peradaban Yunani, logikanya, filsafatnya, serta seninya, yang menjadi sumber pemikiran barat hingga saat ini.
  • Peradaban Persia, seninya, syairnya, legenda-legendanya, kepercayaan-kepercayaannya, dan sistem kekuasaannya.
  • Peradaban India dan Cina juga telah berkembang.
  • Juga Yahudi dan Nasrani yang hidup di Jantung Jazirah Arab.

Jadi saat itu tidak kekurangan peradaban.

3. Perbedaan dalam menerima dakwah dibandingkan dengan generasi lain. Generasi pertama membaca Al-Qur’an bukan sekedar untuk ingin tahu, membaca, merasakan dan menikmatinya. Mereka membaca Al-Qur’an untuk menerima perintah Allah SWT berkenaan dengan masalah pribadi mereka, masyarakat tempat mereka hidup, dan kehidupan yang dijalankan bersama jamaahnya. Oleh karena itu, tidak ada dari mereka yang memperbanyak mempelajari Al-Qur’an dalam sekali pertemuan, karena dengan memperbanyak membaca perintah Allah maka berarti memperbanyak pula kewajiban dan tugas yang harus diemban.

4.  Seseorang pada generasi pertama jika masuk Islam ia akan melepaskan seluruh kejahiliahan masa lalunya. Dan pada saat itu, ia merasa bahwa ia sedang memulai era baru dalam titian kehidupannya, yang terputus sama sekali dari perjalanan hidupnya yang telah ia lewati di masa jahiliah. Ada pemutusan emosional secara total antara masa lalu kejahiliahan seorang muslim dan masa kini keislamannya. Hal ini tercermin dalam hubungannya dengan masyarakat Jahiliah dan ikatan-ikatan sosialnya. Mereka melepaskan kaitan mereka dari situasi dan kondisi jahiliah, tradisinya, pola pandangnya, kebiasaannya, dan ikatan-ikatannya.

Saat ini Layakkah kita Mewarisi Kejayaan dan Untaian Risalah Yang Telah Mereka Perjuangkan ??


One thought on “Generasi Qur’ani yang Istimewa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s