Demi satu Generasi

Pagi-pagi shubuh sudah mengantarkan sang adik ke sekolah, ceritanya mau UN alias ujian nasional. Konon katanya soalnya serem-serem, banyak yang sulit alias susah dikerjakan. Jangankan siswa, guru-guru pun takut jika siswanya banyak yang tidak lulus. Ya Ampun segitu seremnya kah? Fiyuh….

Saking seremnya, banyak yang rela merogoh kocek untuk membeli kunci jawaban yang belum tentu bener jawabannya. Cape deh, dah keluar duit belum tentu ada hasil… Minimal sudah ada perasaan tenang (katanya…). Untungnya sang adik sadar bahwa kunci jawaban bukan solusi, jadi aja nggak ikut-ikutan. hehe… (baca: siapa dulu kakaknya :p )

***

Satu hal yang “menarik” di sini berkaitan dengan keyakinan dan kesadaran yang dibangun oleh masyarakat kita saat ini. Kejujuran menjadi sesuatu hal yang mahal karena sudah sangat langka. Dari mulai tingkat usia anak-anak sampai remaja mulai krisis karakter integritas dan kepribadian. Sayangnya sistem pendidikan yang telah ada, juga memaksa mereka untuk berperilaku “tak seharusnya”. Tuntutan kelulusan yang semakin ketat, pengaruh lingkungan, dan sedikitnya alternatif solusi bagi mereka yang gagal menjadi pemicu perilaku tidak sehat dikalangan anak-anak dan remaja. Lebih parahnya lagi, media banyak memblow-up perilaku tidak jujur orang dewasa. Kasus korupsi, penggelapan, suap-menyuap, politik uang, narkoba, sampai pertarungan antar geng dan aparat, tentu semakin kurang mendidik dan memberikan contoh salah.

Padahal jika mau bercermin kembali pada diri kita, banyak sekali hal-hal positif yang bisa disampaikan kepada anak-anak dan remaja. Intinya bisa memotivasi dan berbagi pengalaman hidup agar mereka lebih baik lagi daripada generasi kita saat ini. Bisa ? Pasti bisa asalkan mau.

generasi muda

Lalu bagaimana cara memulai dan memperbaiki kondisi ini, untuk menanamkan kesadaran “berintegritas” di kalangan kita. Ada beberapa langkah yang bisa kita lakukan, di antaranya sebagai berikut:

  1. Mengenalkan dan menanamkan pada mereka tentang hakikat dirinya sebagai manusia. Manusia sebagai makhluk Tuhan maupun manusia sebagai makhluk sosial. Oleh sebab itu pendidikan
    Agama itu sangat penting termasuk aplikasinya di masyarakat. Hampir semua agama apapun di dunia ini mengajarkan kebaikan bukan keburukan. Dengan langkah ini diharapkan mereka paham posisinya di muka bumi dan tau harus bagaimana dalam menjalankan kehidupannya.
  2. Memupuk dan memelihara lingkungan sosial, kepribadian, dan budaya positif di kalangan anak-anak dan remaja. Meskipun butuh kesabaran, tetapi hal ini adalah salah satu langkah kongkret untuk menjaga mereka dari pergaulan yang salah. Saat ini pengaruh lingkungan sangat kental, peran orang tua harus ekstra. Orang tua juga harus memberikan suri teladan yang baik, bukan hanya ingin memenuhi kepentingan pribadi tetapi anak dikorbankan.
  3. Mendorong kreativitas dan inovasi anak-anak dan remaja. Biarkan mereka bebas untuk mengembangkan potensinya sesuai dengan yang mereka sukai. Karena tak sedikit dari mereka yang di masa depan menjadi orang-orang besar. Syukur-syukur bisa lebih berkontribusi daripada kita saat ini.
  4. Memberikan suri teladan yang benar, baik di rumah, sekolah, maupun masyarakat. Ini sangat sulit tetapi bisa jika kita sendiri mau berubah untuk lebih baik.
  5. Batasi media yang salah, karena usia anak-anak dan remaja mudah meniru perilaku yang dia lihat, baca, dengar, dan lakukan. Sibukkan dengan kegiatan positif seperti les, petualangan, olahraga, atau apapun yang menarik dan bermanfaat bagi mereka.

Ternyata banyak yah, yang menjadi PR (pekerjaan rumah) kita. Permasalahan sosial ini sudah berada di depan mata kita, janganlah kita cuek atau tidak mau tau tentang kondisi ini. Mari perbaiki generasi masa depan kita, tentunya dimulai dengan memperbaiki kualitas diri kita saat ini. Bagaimana mungkin kita bisa memberikan pemahaman yang benar dan baik jika dalam diri kita sendiri itu tidak ada. Mau membohongi diri sendiri? atau membodohi diri sendiri?

Yuk ahh, mari bersama-sama bersatu membina diri untuk lebih baik lagi.

who am i

KEPADA GENERASI MUDA
Puisi Ariwanto Aslan
(engkaulah generasi cinta)
kemari lihat dan pahami, tempuhlah jalan Cinta yang bercahaya-Nya di sini*
karena masjid adalah Baitullah*, ialah tempat untuk memahami kalimatullah
untuk menemukan hakiki dari Cinta yang paling hakiki
mari, kemari dan tempuhlah jalan Cinta ini
bukankah Cinta telah berkata; irji’i, kemari dan biarlah kubimbing hati?
katakan pada kekasih fanamu; tak ada cinta untukmu
karena cintaku hanya untuk Ia Yang Maha Satu
yang berdiri dan menyangga diri-Nya sendiri
bertahta di atas semesta yang Ia ciptakan dengan Cinta*
duhai akhi dan ukhti, tinggalkanlah warna-warni pelangi duniawi
bukankah kita telah bersaksi;
tiada yang patut disembah selain Ia yang patut disembah?
kenapa kau memuja materi yang tak abadi*, yang tak lestari*
bila dunia menunjukkan pesta pora, katakan;
aku tak perlu imitasi surga, karena bukankah di dunia hanya untuk sementara?*
dan tipu daya Yahudi* di mata kita, adalah racun bagi seorang pencinta
o akhi, apa yang bisa kau temukan di dada seorang gadis yang terbuka?
bukankah hanya fatamorgana yang kau rasa,
yang tak bisa kau miliki dan hanya mampu kau sesali dalam mimpi?
ingatlah firman-Nya; jagalah pandangan mata*
karena Ia Maha Mengatahui apa yang kita pikir dan kerjakan
o ghirahmu berlebihan, sementara Ia tak menyukai yang berlebihan
ya, ukhti, jika kau dengan alasan pergi menemui-Nya untuk melihat ketampanan seorang lelaki, bukankah semata itu seperti tindakan filsuf
yang mengklaim semua tindakannya hanya dengan kata-katanya sendiri?
jika kau hanya ingin melihat senyum Yusuf* yang tampan,
oh sungguh itu adalah hasil bisikan setan!
karena Yusufpun tak lain hanya cermin ciptaan-Nya
yang memantulkan keindahan cahaya-Nya pada mata
dan janganlah kau paksakan yang memang tak sesuai dengan kodratnya*
tubuhmu bukan untuk kau pamerkan, melainkan untuk kau sembunyikan*
dan sungguh, Ia telah menurunkan pada kita penjelasan dan perbuatan sejarah
sebagai pelajaran, sebagai pedoman dan al-furqan
sesungguhnya kita milik Allah dan kepada-Nyalah kita akan kembali*
dan hanya kepada-Nya lah kita menyembah dan meminta pertolongan*
masjidku bukan untuk pemuja kesenangan
yang hura-hura dengan nada jahiliah* dan hedonisme busuk para penyayang zaman
o tinggalkanlah sejenak, semua kesenangan dunia
raihlah ridha dengan khusyu; doa
bukankah ayat-ayat-Nya telah menjadi pedoman* bagi kita?
kenapa tidak kita pahami dan amalkan apa yang telah difirmankan-Nya?*
juga kesaksian kita bahwa, tiada yang setara dengan Dia*
kenapa kita lebih suka menatap kefanaan dunia?
memuja terlalu dalam pada harta dan nafsu-nafsu sementara?
adalah Ia yang menjadikan bumi sebagai tempat kita memahami agama-Nya
dan yang hanya pantas kita puja*
segala puji bagi Allah Yang Maha Cinta
afwan, ya saudaraku seiman, jika aku keterlaluan
tapi bukankah kita harus saling mengingatkan*
dan akupun hanya makhluk-nya yang lemah
tak berkuasa, fana dan pasti meninggalkan dunia
di pintu cahaya-Nya, mari kita sama menempuh jalan Cinta
sebelum dunia ini benar-benar diguncangkan dengan janji akhir-Nya*
———2277
______________________________________________________________________________________________________
keterangan*:
1. Q.S An-Nur; 35
2. Q.S Al-Jinn; 18
3. Q.S Al-Baqarah; 255
4. materi yang tak abadi berarti harta dunia
5. Q.S Al-Baqarah; 21
6. Q.S Al-Mu’minun; 144
7. tipu daya yahudi ialah budaya pop, hollywood, bollywood, pornografi dan majalah-majalah mode yang terlalu vulgar_popular, FHM,Elle, Cosmo dll.
8. Q.S An-Nuur; 30
9. yusuf disini sebagai perlambang, maksudnya makhluk yang sempurna, karena nabi yusuf adalah manusia yang diberi kesempurnaan fisik dan akhlak oleh Allah.
10. tak sesuai dengan kodratnya ialah memaksakan sesuatu yang sebenarnya bukanlah pada tempatnya, seperti misal budaya berpakaian; tank-top, rok mini, ataupun berjilbab tapi berpakain ketat.
11. Q.S An-Nuur; 31
12. Q.S Al-Baqarah; 28
13. Q.S Al-Fatihah; 5
14. nada jahiliah maksudnya lagu dan musik yang tidak mengandung efek positif bagi pendengarnya, misal lagu-lagu yang menceritakan tentang hubungan gelap, selingkuh atau pemujaan berlebihan pada benda mati, wanita cantik dan hal-hal tertentu selain Allah. Hedonisme adalah budaya dimana materi adalah segalanya.
15. pedoman yang dimaksud adalah Al-Quran.
16. Q.S Al-Jasiyah; 29
17. Q.S Al-Ikhlas; 4
18. Q.S Al-Mu’min; 64-65
19. Q.S Al-Asr; 3
20. Q.S Al-Zalzalah; 1-5


2 thoughts on “Demi satu Generasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s