It’s a Hard Day

Seperti biasa, tiap hari harus ada agenda dan perencanaan kegiatan dalam hidup, begitu pula dengan hari Senin (30-4-2012) yang lalu. Yosh… dikejar target dan harus selesai hari itu juga.

Hari ini adalah hari terakhir deadline pengiriman berkas lamaran pekerjaan di suatu instansi BUMN. Persyaratan yang diperlukan cukup ribet meliputi surat kesehatan dan bebas narkoba dari rumah sakit pemerintah, surat kelakuan baik dari kepolisian, dan kelengkapan berkas standar seperti ijazah, toefl, dan sebagainya. Waktu pengurusan pun memakan waktu yang tidak sebentar. Dari mulai uji lab urin, sampai medical check-up. Untuk mengurusnya kadang harus riwa-riwi-rono-rene alias bolak-balik kesana kemari, belum lagi harus antri menunggu giliran maklum namanya “birokrasi” Indonesia. Bisa memakan seminggu lebih untuk mengurusnya jika tidak paham alur pengurusan. Fiyuh… Indonesia…ooh… Indonesia….

So, What’s up on Monday?

Hari ini, pagi-pagi harus mengurus surat kelakuan baik di Polsek Kecamatan. Kebutuhannya: surat pengantar dari Kecamatan, Kartu Keluarga, photo 4×6, photocopy KTP, dan sejenisnya. Untungnya semuanya sudah lengkap, tinggal penyerahan berkas. Pukul 10.00 berangkat menuju Kantor polisi dengan menggunakan sepeda motor tuaku. Di perjalanan pun mendadak ngadat alias mati sendiri. Coba genjreng-genjreng… untunglah hidup lagi. Sampai Kepolisian untungnya tidak ngantri, karena tidak terlalu banyak orang yang mengurus surat kelakuan baik. 

Tik..tik…tak…tak… (suara petugas kepolisian mengetik komputer) membuatkan berkas untukku. 15 menit kemudian akhirnya selesai surat keterangan itu. Sebelumnya dia bertanya untuk keperluan apa mas. Jika untuk PNS atau BUMN harus sampai ke KAPOLRES ngurusnya di Jalan Jawa… fiyuh mana sempet. Akhirnya aku ngomong hanya untuk sementara saja kok mas.

Sampai di rumah lagi pukul 11.00, persiapan dokumen dan berkas ternyata masih kurang. Ada dokumen yang kurang. Akhirnya aku print dulu dan sedikit peng-edit-an. Photo copy ke tukang photo copy, jalan kaki yang tidak cukup jauh tapi lumayan memakan waktu. Aku sebenarnya mengejar Kantor Pos sebelum tutup.

“Oke… Beres berkas semuanya”, sahutku dalam hati, kira-kira pukul 12.30 termasuk sudah sholat Dzuhur. Next step yang kurang adalah nilai TOEFL. Untungnya sudah dilakukan ELPT setara TOEFL di kampus tinggal ngambil hasil. Perjalan dari rumah ke kampus memakan 45 menit (menggunakan motor), langsung meluncur gas poll, tanpa isi bensin padahal sudah sekarat. Tiba di kampus pukul 13.15, langsung ke UPT Bahasa untuk mengambil sertifikat. Alhamdulillah beres alias no problem.

Pas mau keluar kampus pukul 13.30, Subhanallah hujan sangat besar. Dalam benakku fiyuh… keren euy ujiannya… Sejenak aku ingat bahwa di dekat kampus ada kantor pos, akhirnya aku jalan kaki lewat pinggir-pinggir bangunan beratap karena hujan sangat deras, karena akan sangat mustahil jika menggunakan motor, pasti dokumennya basah ditambah jas hujan tidak dibawa. Sampai depan gerbang kampus, di luar masih hujan deras, dan sayangnya tidak ada lagi atap yang bisa kusinggahi. Ada pak Satpam di depan kampus, akhirnya aku bertanya, “Pak Kantor Pos ITB masih di situ kan Pak?”. Lalu dia menjawab, “lho Dek… udah lama pindah, sekarang pake mobil pos… itu pun pagi-pagi adanya… “.

Oh My God… ternyata ga ada kantor pos. Jam sudah menunjukkan pukul 13.45 dan umumnya kantor pos cabang pukul 14.00 sudah tutup, sedangkan hujan masih sangat deras, ditambah aku pakai motor, tidak bawa jas hujan, dan harus ngirim berkas dokumen (kertas). Hahaha… 100% Great Day. Akhirnya sambil menunggu hujan reda, aku ke Departemen jurusan, rencananya mau sekalian ngambil transkrip yang belum beres. Yosh…Jalan kaki menuju Departemen, sambil lewat pinggir-pinggir atap gedung. Lucunya setelah sampai ternyata petugasnya lagi tidak ada… hahahaha… ga jadi ngambil deh…

Sejenak kemudian hujan mereda…, akhirnya aku segera menuju parkiran motor yang terletak cukup jauh dari departemen. Lagi-lagi…. Ya Jalan Kaki. Sampai tempat parkir, helm sudah penuh air. What…ever… mission should accomplish…kuhidupkan motorku, dan langsung meluncur ke kantor pos. Jam sudah menunjukkan pukul 13.59, berarti harus ke Kantor Pos Pusat di Alun-alun Bandung yang buka lebih lama. Kira-kira pukul 15.00 tutup. Perjalanan dari kampus ke daerah pusat kota cukup jauh. Sebelumnya, dokumen itu aku masukkan ke Tas (tidak waterproof), lalu tas itu aku masukkan ke Jaket. Di luar perkiraan, ketika diperjalanan ternyata hujan deras kembali mengguyur kota Bandung, ditambah lalu lintas sangat macet. Untungnya pake motor bisa nyelap-nyelip di jalan sempit. Tapi ya itu, hujan sangat deras. Dalam hati sudah pasrah, barangkali sudah takdir ini. Dipikiran ku, “wah berkas juga sudah ga karuan ni, entah masih kering atau sudah basah, maklum hujan sangat deras…”. Perjalanan ke kantor pos pun lumayan harus muter-muter, karena banyak jalan yang satu arah, jadi ga bisa langsung ke tujuan, tetapi harus melingkar dulu. Hujan-hujanan deh, seluruh celana basah, jaket sudah penuh dengan air. Cihuy… ujan-ujanan kayak anak kecil.

kantor pos pusat bandung

Setibanya di kantor pos pukul 14.30an… akhirnya masuk kantor dengan basah yang kuyup. Kubuka jaket, lalu ku cek tasku… wow… masih kering, yang basah hanya ujung pinggirnya saja, berarti masih layak dikirim. Sesaat kuperhatikan banyak orang  memperhatikan, aneh kali ya, berbasah-basah, masuk kantor yang bangunannya mirip bank. “Cuek bebek lah… “, dalam benakku. Untungnya kantor pos masih buka. Syukur Alhamdulillah… sesuatu banget…. Langsung kuhampiri si mbak-mbak cantik yang jadi teller di kantor pos. “Mbak mau kirim berkas… tujuan masih di dalam kota kok…”. Dia pun tersenyum dan tetap melayani. “Berapa mbak biayanya? “, tanyaku padanya. “7000 rupiah mas.”, jawabnya. “Ini mbak, maaf basah uangnya… “, kataku.

Beres di teller, hatiku lumayan lega, karena dokumen sudah diserahkan. Aku pakai jaketku, dan aku jadi ingat masih ada yang menggantung di saku jaket, yaitu Blackberry ku…, Ku lihat dan ternyata mati total, penuh air. Ya ampun, it will become a new problem… Ya sudahlah… mau gimana lagi. Sekarang pokoknya pulang dulu, karena pakaian sudah basah kuyup. Saat pulang pun ternyata hujan masih belum berhenti, meskipun tidak sederas sebelumnya.

Sampai rumah pukul 15.30 an, langsung buka baju basah, buka tas, pokoknya semuanya dibuka. Beberapa dokumen basah, Blackberry mati, duit juga basah… dikering-keringin deh… pake hairdryer, dikipas-kipas, di-pepe. Mumpung basah, langsung mandi, sholat ashar, bantu ortu di bengkel yang kebetulan belum tutup sampai jam 5. Karena sudah ada yang mewakili yaitu diriku, akhirnya ortu pergi sejenak ke luar untuk mengurusi keperluan.

Tepat Jam 5, hitung pendapatan harian, cek-ricek dengan jumlah nota pendapatan. Dan hal lain yang mengejutkan, total pendapatan dengan jumlah uang yang tersedia tidak cocok. Oh my God… what happen here… Dihitung bolak-balik, masih tetep… uangnya kurang… dan jumlahnya tidak sedikit. Setelah itu ku telepon ortu perihal hal ini. Mereka pertamanya tak percaya, tetapi begitu tiba dan menghitung sendiri akhirnya mereka pun terkejut. Sampai menjelang malam, kita masih belum tau kemana uang yang hilang tersebut. Pikiran dan prasangka pun mulai hinggap di kepala, tetapi kami berusaha agar tetap positif. Akhirnya kami pasrahkan saja, barangkali besok baru bisa menemukan penjelasan. Malamnya, pikiran berkecambuk memikirkan hari ini yang sungguh luar biasa. Blackberry ku pun masih belum bisa digunakan.

Esoknya, akhirnya ayahku menjelaskan bahwa ternyata ada uang yang terselip hingga merumitkan perhitungan. “Oh… begitu yah, syukur jika demikian. “ , dalam benakku. Satu masalah yang belum selesai adalah perihal blackberry-ku, karena itu adalah media komunikasiku satu-satunya…  Yang jelas senin lalu adalah hari yang luar biasa bagi ku. Hingga layak untuk ditulis dalam untaian kata.

Hikmah yang dapat kupetik :

  • Jika ada pekerjaan jangan ditunda-tunda, jika bisa dikerjakan sekarang, maka kerjakan, karena belum tentu besok bisa kita kerjakan.
  • Dalam hidup, adakalanya banyak hal yang tidak bisa kita control, meskipun sudah kita rencanakan. Oleh sebab itu, kita harus sadar dan paham bahwa apa yang kita inginkan belum tentu berjalan dengan mulus. Ada saja kendala dan hambatan.
  • Apapun yang terjadi, tantangan dan hambatan yang menghadang. Kita harus tetap bergerak sampai titik darah penghabisan. Jangan menyerah sampai benar-benar tidak bisa.
  • Do’a adalah pelumas untuk melancarkan usaha dan aktivitas kita. Itu juga menjadi spirit untuk tetap survive menghadapi ujian.

Thanks for read. 


5 thoughts on “It’s a Hard Day

    1. hahaha… iyo rek, Tp syukurlah…setelah di “pepe” bebe-ne dah sembuh… meskipun ada bercak2 air di layarnya…

    1. ciee… ada mas joyo (si ganteng kalem) singgah di bloq yang sederhana ini… Moga tidak kapok untuk berkomentar ya mas… *kritik dan saran InsyaALLAH diterima

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s